P.R.O.U.D. B.E. A. M.U.S.L.I.M

Assalamu'alaikum warrohamtullah wabarokatuh ~Islam Is My Way~

Senin, 15 Agustus 2011

Gelisah Hati Berapa Hari Ini (T__T)

Bismillahirrohmanirrohiim

Entah sudah berapa hari ini hati slalu gelisah...
Banyak sekali yang dipikirkan..
Mulai dari kangen alm.Aba sampai pada intropeksi diri yang masih banyak kurang dsana sini..
Rabbi nikmatMu luar biasa melimpah, kenapa syukur masih jarang aku panjatkan?
intropeksi luar biasa terjadi dalam diri. seolah tidak ingin melepas begitu saja petunjukMu.
Akupun bergegas.memperbaiki ini itu yang masih kurang.
pernah suatu hari (saat beli buka puasa sunnah) aku bertemu dengan guru SMPq..
Anehnya justru beliau yang nyapa duluan (ckck,murid macam apa ini??!)..
satu kalimat tanya yang masih aku ingat "sudah hafal berapa juz rhya??"
whatt?lupakah aku akan planning itu?berapa?hiiikkz T__T
Ya Kariim dengan pertemuan sore itu  Engkau ingatkan hamba..
Sesak rasanya, sedih, bawaannya pengen nangis..
Seminggu kemudian(lagi2) Allah pertemukan aku dengan beliau..
Terlibat dalam pembicaraan tentang hidup..
Tentang hikmah yang luar biasa dbalik setiap ujianMu..
Tentang Pelangi yang akan datang setelah badai..
Tentang janjiMu "Dan sesungguhnya setelah kesusahan akan datang kemudahan.."
Engkau ingatkaku dengan cara yang indah..
Tapi sampai sekarang yang aku bisa hanya ini..
Banyak sekali kuraaangnya..
Rabb, rahmatMU, petunjukMu, ampunanMu sungguh lebih brarti dari dunia dan isinya..
Ingat2 akan peradilan dihari akhir, aku tak kuasa untuk segera memperbaiki semua..
Hari dimana semua tindak tanduk akan diminta pertanggungjawabannya..
Dimana semua anggota tubuh menjadi saksi..
Airmata, penyesalan sudah tak brarti..
Engkau panggil aba lebih dulu.Engkau jadikan itu sebagai salah satu semangatq untuk berubah..
Ingin menjadi tabungannya, begitu pikirq. Rabbi Engkaulah Yang Maha Mengetahui.Dzat yang lebih memahami aku daripada diriku sendiri..
BerikanlahpetunjukMu, rahmad dan kasihMu.. Engkaulah cinta hakiki hamba.. tujuan akhir perjalanan hidupku T_T

Ruginya Tidur Setelah Subuh...

Bismillahirrohmanirrohiim
Banyak dari kita setelah shalat subuh lalu tidur lagi, tidak terkecuali saya.hehehe. Sampai pada hari dimana diri ini sadar akan dampak negatif dari tidur pagi. Disadari atau tidak itu merupakan satu dari sekian banyka kebiasaan buruk yang masih membudaya. Apalagi Ramdhan gini. Hemmm banyak alasan yang mendukung kita untuk tidur lagi. Ada banyak hal yang menjadi sebab kita tidur pagi. Diantaranya karena sebagian kita tidak terbiasa bangun untuk sahur atau karena sahur terlalu dini di tengah malam atau karena makan sahur terlalu banyak, dan sebab lainnya. Lalu  apakah kerugian tidur diwaktu pagi? Mari kita simak  tulisan barikut.
  • Kehilangan barakah pagi hari
Sebagaimana terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud dan lainnya dari hadis Sakhr bin Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.
  • Bisa ketinggalan waktu shalat subuh
Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.
  • Menyelisihi kebiasaan para salaf
Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.
Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi
Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].
Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.
Skakhr al Ghamidi mengatakan, “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”.
Shakhr al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Akhirnya beliau pun menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak. Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah namun ada salah satu perawi yang tidak diketahui. Akan tetapi hadits ini memiliki penguat dari Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dll.
  • Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
  • Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rizki. Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rizkinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rizki para makhluk.
Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya ‘bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezki? ¹
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang shalih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barakah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).³
Semoga Allah selalu memberi taufiq dan hidayahnya kepada kita semua.Amin Ya Rabbi.
Wa shallaatu wassalaam ‘ala anbyai wal mursaliin wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

*muslimah.co.id


Rabu, 09 Maret 2011

Keputusan Mengenakan Jilbab

Bismillahirrohmanirrohiim


Saya ingin berbagi pengalaman mengapa saya mengenakan jilbab. Semoga bermanfaat ya. Tapi sebelumnya saya ingin kita saling menghargai soal jilbab. Maka tulisan ini sekedar sharing, bukan pemaksaan atas sebuah pemahaman.
Alasannya saya mengenakannya ada 8, tidak kurang dari itu.
1. Karena perintah Allah dalam Al Quran, Surat Al Ahzab 59 dan An Nuur 31.
2. Karena jilbab mnjadi identitas utama bagi muslimah. Dimanapun berada bila kita berjilbab kita akan dikenali sebagai muslimah.
3. Dengan kenakan jilbab, saya merasa lebih aman karena tidak diganggu, paling disapa dengan aasalamu' alaikum atau dengan panggiln bu haji (malah didoakan). Tentu akan berbeda perlakuannya bila saya mengenakan baju yg you can see everything. Jadi saya merasa nyaman begini.
4. Dengan jilbab saya merasa lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh: naik kendaraan apapun termasuk angkot saya bisa duduk bebas, leluasa, santai. bagi perempuan yang senang pakai rok mini, seringkali tersiksa sendiri menutupi paha dengan tas, duduk juga resah.
5. Dengan jilbab saya merdeka dari pandangan orang yang mengukur saya dari segi fisik. Saay tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, atau bagian tubuh lainnya. Orang akan mengukur saya dari kebaikan hati dan kecerdasan saya, bukan fisik.
6. Dengan jilbab maka kontrol ada ditangan perempuan. Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau tidak melihatnya.
7. Bagi seorg gadis, dengan mengenakan jilbab pada dasarya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak.
8. jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Berprofesi, berkiprah, bercahayalah.
Demikian alasan mengapa saya mengenakan jilbab. semoga selamanya istiqomah. tentu saja jilbab bukan satu2nya indikator ketakwaan seseorang. Tapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita.
Bagi saya tidak perlu saling cibir mereka yang sudah bjilbab, yang jilbabnya besar atau kecil, juga yang belum mengenakannya.

Hanya Allah yang berhak menilai mana yang lebih baik diantara kita. Jangan terlalu bangga dengan jilbab tapi juga jangan mencibir kalau belum mengenakannya. jilbab bs menjadi terlihat buruk bila akhlak kita jelek. Hati-hati jangan merusak citra muslimah dengan jilbab yang kita kenakan ya.
Kalau belum bisa berjilbab, tidak usah katakan: "kalau aku yg penting hati dulu dijilbabin". Tidak ada pemisahan hati dan kepala kok.Pernyataan itu menyinggung saudari kita yang berjilbab. Mereka juga bukan kalangan yang sudah suci. Kita semua berproses. Allah yang Maha Tahu .Sebagai bagian dari umat yang besar ini, masalah jilbab bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Pakai dengan kesadaran. Jangan mengejek mereka yang belum. Rangkul :)
Fastabiqul Khairat *jabat hati*



Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150111450667431

Sabtu, 10 April 2010

Sebelum Q-ta Mengeluh


Bismillahirrohmanirrohiim

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjuk
jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.